Pemerintah Arab Saudi menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia, khususnya pihak-pihak yang terlibat dalam Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2017.

Apresiasi positif tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Gubernur Mekkah, dan bahkan disampaikan langsung oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Hal ini disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel saat memberikan kata sambutan pembukaan Rakernas Evaluasi Haji di Hotel Merlyn Park, Jakarta pada Senin, 6 November 2017 kemarin. 

Dikatakannya, Menteri Haji Arab Saudi Muhammad Saleh Banten mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas sukses penyelenggaraan haji 2017. Ucapan ini merupakan sejarah baru karena sebelumnya Dubes RI-lah yang mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi.

"Menteri Muhammad Sholeh Benten menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Agama. Mereka sangat mengapresiasi segala usaha Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, dan juga kementerian atau lembaga lain yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji," kata Dubes.

Ucapan terima kasih kepada PPIH, lanjut Agus Maftuh, tidak hanya disampaikan oleh lembaga sekelas kementerian. Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz. 
"Ketika saya ucapkan terima kasih kepada Raja Arab Saudi, dia pun menyampaikan terima kasihnya atas pelayanan baik dari Pemerintah Indonesia dalam melayani jamaahnya," ucapnya.

Hal sama disampaikan Gubernur Mekkah Khalid Al Faisal. Dia juga menitip salam untuk Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Ucapan terima kasih ini salah satunya atas kedisiplinan jamaah haji Indonesia yang dianggap sebagai jamaah haji paling disiplin di seluruh dunia," kata Agus.

Rakernas tersebut dibuka oleh Menteri Agama dan dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali, pejabat eselon II di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Kakanwil dan Kabid Haji se Indonesia.

Seperti diketahui, penyelenggaraan haji 2017 dinilai sukses. Berdasarkan indeks kepuasan jamaah haji hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kepuasan jamaah naik 1,02 poin di banding tahun sebelumnya. 

Peringatan Menag

Sehubungan mengalirnya pujian kepada PPIH 2017, Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan jajarannya untuk tidak terbuai dan tetap responsif terhadap saran dan kritik. "Jangan terbang karena pujian, jangan tumbang karena cacian," kata Menag.

Menurut dia, rakernas evaluasi penting dan strategis. Evaluasi penting tidak hanya untuk menyikapi keberhasilan tapi juga bagaimana merespons kritikan. Dengan demikian, evaluasi dapat menjadi pelajaran berharga. 

Ada lima faktor yang berpengaruh pada suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pertama, keberadaan petugas yang berdedikasi. Kepuasan jamaah tidak bisa dilepaskan dari kerja keras para petugas dalam memberikan pelayanan. “Terimakasih para petugas atas komitmennya,” puji Menag. 

Faktor kedua, ketaatan dan kedisiplinan jamaah haji Indonesia terhadap aturan yang berlaku. Kemudian faktor kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam melayani jamaah. “Kita tidak lagi mengusung bendera (kementerian) masing-masing, melainkan kita membawa nama Indonesia.

Faktor berikutnya adalah dukungan dari Arab Saudi yang juga semakin baik. "Bantuan dan fasilisitasi dari Arab Saudi luar biasa bagi. Salah satunya adalah bolehnya kita mendirikan klinik kesehatan haji. Padahal negara lain tidak diperbolehkan," lanjutnya. Tidak lupa, dia pun mengapresia doa jamaah haji sebagai salah satu faktor keberhasilan penyelenggaraan haji.

 

Sumber: (www.sindonews.com)