Himbauan Tentang Larangan Haji Dengan Menggunakan 
Visa Umroh Atau Ziarah.

Dalam kurun waktu Agustus sampai dengan November 2017 (pasca musim haji), KJRI Jeddah telah mendata para jamaah Haji illegal dengan visa ziarah maupun umroh sebanyak 354 orang. Umumnya mereka datang ke Arab Saudi dengan cara umroh atau berkunjung ziarah kepada saudaranya atau keluarganya, setelah itu mereka (atas inisiatif sendiri dan atau kesepakatan dengan pihak travel) melarikan diri dan difasilitasi pihak tertentu untuk menetap di sekitar Makkah maupun Jeddah. Kemudian ketika musim haji tiba, mereka melakukan haji secara illegal.
Oleh karena itu, dihimbau kepada para WNI di Arab Saudi untuk:

1. Tidak berhaji tanpa menggunakan Tasrih atau Ijin Haji.
2. Tidak berhaji dengan menggunakan Visa Umroh.
3. Tidak berhaji dengan menggunakan Visa Berkunjung (Ziarah).
4. Tidak Membawa atau memfasilitasi Jamaah haji illegal (bagi pihak Travel)

Jika seseorang melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur yang benar, baik tanpa tasrih (ijin) maupun menyalahgunakan visa, maka akan ada konsekwensi berupa:

1. Diancam pidana kurungan (tahanan) dalam waktu tertentu.
2. Dideportasi ke negara asal (baik sebelum atau sesudah melaksanakan ibadah haji).
3. Namanya masuk dalam daftar hitam alias (black list) selama 5 tahun atau lebih.
4. Bagi pihak Travel mendapat ancaman denda sebesar SR50.000
5. Penangguhan paspor selama beberapa tahun.

Sebagai informasi, pada bulan Agustus 2017 yang lalu, terdapat 13 WNI asal Indonesia dijanjikan oleh pihak travel untuk bisa haji dan langsung berangkat tahun ini juga tanpa meneliti terdahulu jenis visa yang akan mereka dapatkan untuk berhaji. Alhasil, ternyata mereka diberikan visa ziarah (walaupun telah membayar sekitar Rp 170 juta-an per orang) kemudian ketika ada pengecekan oleh pihak berwenang, mereka pun ditangkap dan dideportasi ke Indonesia sebelum sempat untuk berhaji. Selain itu bagi mereka yang bervisa umrah hanya 30 hari, dipastikan saat berhaji dalam keadaan melanggar hukum Keimigrasian Saudi yaitu overstay sebagai Orang Asing.

Saat ini juga, Pihak Imigrasi Indonesia sedang memproses salah satu oknum Travel yang melakukan penampungan bagi Jamaah Haji Illegal dan ybs sedang menjalani proses hukum di Indonesia.

Tim Pelindungan KJRI Jeddah menghimbau kepada seluruh WNI (termasuk tentunya seluruh jamaah haji secara umum) untuk berhaji dengan prosedur resmi agar terhindar dari konsekwensi hukum dan akibat buruk terhadap pelaksanaan ibadah haji. Dan yang lebih penting, jika kita bisa berhaji dengan aturan yang benar maka Insha Allah lebih berkah dan menjadi haji Mabrur.

Segala sesuatu yang dilakukan dengan baik dan benar, Insya Allah akan diridhoi olehNya, Amin YRA.

 

Sumber : (/www.kemlu.go.id)