Wakil Ketua Umum (Waketum) Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Muharom Ahmad menyatakan, sekitar 11.000 jamaah yang tergabung dalam 86 travel anggota HIMPUH telah siap untuk bergerak melaksanakan wukuf di Arafah. 

“Untuk persiapan Arafah-Mina (Armina), HIMPUH telah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Selain itu, segala pembayaran yang berkaitan dengan keperluan jamaah HIMPUH selama di Tanah Suci juga sudah dilakukan pembayaran sejak awal bulan Ramadhan lalu,” ujar Muharom dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/8/2017).

Pada hari-hari terakhir menjelang puncak Armina ini, diungkapkan Muharom, Ketua Umum (Ketum) HIMPUH Baluki Ahmad tengah giat melakukan kunjungan kepada para Kepala Maktab dari 111, 112, 113, hingga 116. 

“Adapun hasil kunjungan itu, memastikan bahwa seluruh tenda, makanan atau katering jamaah yang akan disajikan di Armina serta penempatan jamaah anggota-anggota HIMPUH baik di Arafah mau pun Mina sudah selesai dan seperti yang diajukan dalam perencanaan awal,” ungkapnya.

Menurut Moharom, dari 11.000 jamaah yang tergabung dalam 86 bendera Anggota HIMPUH, akan menempati tenda VIP di Majrs Khab atau tenda utama yang lokasi berdekatan dengan Jamarat atau lokasi lontar jumrah di Mina. 

Maktab 111 itu yang terdekat, kurang lebih jaraknya 200 meter pintu masuk Jamarat. Sementara yang terjauh, Maktab 116 itu berjarak kurang lebih 800 meter. 

"Insya Allah, dengan menempati lokasi-lokasi terdepan di Mina, akan lebih memberi kemudahan untuk jamaah haji khusus HIMPUH dengan harapan mereka bisa mengikuti jadwal-jadwal yang sudah ditetapkan para pimpinan Maktab dan dengan jarak yang dekat ini akan lebih memudahkan jamaah untuk bisa menjaga stamina,” tuturnya.

Dilanjutkan Muharom, saat ini 99% jamaah HIMPUH tinggal di hotel-hotel transit yang lokasinya berdekatan dengan Arafah. Sehingga pergerakkan jamaah menjelang wukuf di Arafah dapat dengan mudah dilakukan. 

Ada pun pada masa transit ini, hotel-hotel yang digunakan adalah tipe relatif sedang dan hanya diisi kurang lebih dua atau tiga travel saja. Hotel transit ini bertujuan agar mudah dalam hal mobilisasi juga untuk pemantapan materi-materi pelaksanaan haji. 

Selain itu, hal ini juga dapat mempererat hubungan antar jamaah, sehingga dalam pelaksanaan haji nanti meski kondisi akan sangat padat baik di Arafah mau pun Muzdalifah, Masjidil Haram, dan Mina mereka sudah bisa solid satu sama lain.

"Dan mempunyai perhatian untuk saling menjaga larangan-larangan ihkram serta mendukung saling tolong menolong satu sama lain dalam upaya meraih kemabruran haji,” sambungnya.

Pemantapan ini sendiri, tambah dia, akan terus dilakukan hingga hari Rabu ini menjelang keberangkatan ke Arafah dan Mina keesokan harinya. “Insya Allah, seluruh makanan yang disajikan di hotel transit ini merupakan katering dengan menu Indonesia yang sangat disukai jamaah. Karena, selama tinggal di Hotel baik itu di Mekkah atau Madinah sebelumnya, disajikan menu makanan internasional atau bercita rasa Arab,” tandasnya.

 

 

(sumber : https://nasional.sindonews.com)